Sabtu, 12 Maret 2011

Hujan


Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan. Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi karena sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering. Hujan jenis ini disebut sebagai virga.
Proses terjadinya Hujan :  Air yang terdapat di suatu wadah seperti samudera, lautan, sungai dll akan mengalami penguapan atau evaporasi. Proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan itu dinamakan transpirasi, kemudian uap-uap air tersebut akan mengalami peoses kondensai (pemadatan yang akhirnya menjadi awan). Awan-awan itu akan bergerak ke tempat yang berbeda dengan bantuan hembusan angin baik secara vertikal maupun horisontal. Gerakan angin vertikal akan menyebabkan awan bergumpal serta menyebabkan gumpalan awan semakin membesar dan saling bertindih-tindih. Akibatnya gumpalan awan berhasil mencapai atmosfir yang bersuhu lebih dingin. Disinlah butiran-butiran es mulai terbentuk. Lama-kelamaan angin tidak dapat menopang beratnya awan dan akhirnya awan yang sudah berisi air ini mengalami presipitasi (proses jatuhnya hujan air, hujan es dan sebagainya ke bumi).
Jenis-jenis hujan berdasarkan terjadinya :
a)       Hujan siklonal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar.
b)       Hujan zenithal, yaitu hujan yang sering terjadi di daerah sekitar ekuator, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan.
c)       Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal. Angin tersebut naik menuju pegunungan, suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi. Terjadilah hujan di sekitar pegunungan.
d)       Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara yang dingin bertemu dengan massa udara yang panas. Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah. Di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal.
e)       Hujan muson atau hujan musiman, yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim (Angin Muson). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus. Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.
Hujan buatan
Sering kali kebutuhan air tidak dapat dipenuhi dari hujan alami. Maka orang menciptakan suatu teknik untuk menambah curah hujan dengan memberikan perlakuan pada awan. Perlakuan ini dinamakan hujan buatan (rain-making), atau sering pula dinamakan penyemaian awan (cloud-seeding).
Hujan buatan adalah usaha manusia untuk meningkatkan curah hujan yang turun secara alami dengan mengubah proses fisika yang terjadi di dalam awan. Proses fisika yang dapat diubah meliputi proses tumbukan dan penggabungan (collision dan coalescense), proses pembentukan es (ice nucleation). Jadi jelas bahwa hujan buatan sebenarnya tidak menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Untuk menerapkan usaha hujan buatan diperlukan tersedianya awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, sehingga dapat terjadi hujan yang sampai ke tanah. Bahan yang dipakai dalam hujan buatan dinamakan bahan semai.
proses+membuat+hujan+buatanCara Membuat Hujan Buatan
Cara membuat hujan buatan dengan  menyemai awan yang menggunakan bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga partikel-partikel air lebih cepat terbentuk dan hujan pun turun. Awan yang dijadikan sasaran dalam kegiatan hujan buatan adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang aktif, dicirikan dengan bentuknya yang seperti bunga kol. Awan Cumulus terjadi karena proses konveksi.
Awan Cumulus terbagi dalam 3 jenis, yaitu: Strato Cumulus (Sc) yaitu awan Cumulus yang baru tumbuh ; Cumulus, dan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan Cumulus yang sangat besar dan mungkin terdiri beberapa awan Cumulus yang bergabung menjadi satu. Jenis awan Cumulus (Cu) yang bentuknya seperti bunga kol, merupakan jenis awan yang dijadikan sebagai sasaran penyemaian dalam kegiatan hujan buatan
Ada beberapa metode untuk menyemai bahan semai kedalam awan . Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan pesawat terbang. Selain menggunakan pesawat terbang, modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan.
Di Indonesia, sejak tahun 1998 BPPT dan PT. INCO bekerja sama dengan perusahaan dari Amerika memakai metode penyemain awan dengan teknologi flare perak iodida. Dengan teknologi ini, pesawat yang dibutuhkan untuk menemai awan tidak perlu besar, cukup pesawat kecil yang dilengkapi dengan 24 tabung flare perak iodida yang di pasang di sayap pesawat terbang dan bak peluncur roket. Setelah posisi awan, arah dan keepatan angin diketahui pesawat pun menuju awan potensial dan flare pun mulai dinyalakan dengan mematik listrik otomatis dari kokpit pesawat. Setelah itu tinggal menunggu hasilnya
Banjir
Banjir merupakan bencana alam yang perlu mendapat perhatian, karena mengancam  jiwa dan ekonomi masyarakat serta merupakan bencana alam yang ketiga terbesar di dunia yang telah menelan banyak korban jiwa dan kerugian harta benda.
Faktor penyebab banjir :
a.       Terjadi dikarenakan oleh tangan-tangan  manusia sendiri.
b.      Resapan air sudah sangat sedikit karena diganti oleh gedung-gedung, bangunan-bangunan mewah dan pusat-pusat perbelanjaan.                                                                                           
c.       Penataan kota dan bangunan sudah tidak sebanding dengan daerah untuk resapan air. Dll
Apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya banjir ?
a.       Buanglah sampah pada tempatnya
b.      Mengadakan kerja bakti dalam waktu yang rutin, misalnya tiap 1 bulan sekali untuk membersihkan selokan ( got ), maupun sungai di daerah sekitar kita.
c.       Digalakannya kembali sistem Reboisasi, baik di hutan maupun daerah  taman kota oleh pemerintah dan masyarakat serta Banyak  berdo’a agar bencana tidak melanda Negara kita.
Apa yang dapat kita lakukan saat banjir akan tiba ?
a.       Dengar pengumuman dari radio.
b.      Bawalah masuk perabot atau perkakas di luar rumah.
Perlengkapan standard penyelamatan banjir :
a.       Radio keci dengan baterai ( untuk mendapat informasi tentang banjir )
b.      Peluit ( tanda bahaya dan meminta pertolongan )
c.       P3K pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan, serta Tali ( menghindari dari tarikan arus ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar