Sabtu, 12 Maret 2011

Naskah Drama Proklamasi

Pada tanggal 8 & 9 Agustus 1945, 2 kota di Jepang hancur berantakan akibat diserang oleh pasukan sekutu, dan pada tanggal 14 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, akibatnya Indonesia mengalami vacuum of power, hal ini dimanfaatkan oleh para tokoh nasional. Pada tanggal 15 para pemuda mengadakan rapat di Jakarta.

Sutan Syahrir : assalamu’alaikum
Semuanya : Waalaikum Salam
Sutan sahrir :Saudara-saudara ku saya mendengar berita yang mengembirakan bagi kita semua yaitu menyerahnya Jepang terhadap sekutu saya mendengar berita tersebut dari radio Luar Negeri itu berarti terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia
Chairul Saleh : lalu sekarang apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kekosongan kekuasaan ini ?”
Sutan syahriri : Bagaimana kalau kita mengajukan kepada soekarno dan Moh. Hatrta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya.
Chairul Saleh : ‘Saya setuju usul anda tuan, karena waktu itu inilah yang tepat bagi kita semua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. kalau kalian sudah setuju, besok kita akan mendatangi rumah Soekarno dan kita bicarakan maksud keinginan kita semua , bagaimana kalau rapat ini kita cukupkan sekian lebih baik kita pulang kerumah masing-masing.

Rapatpun akhirnya selesai, para pemuda kembali pulang dan kembali kerumah masing-masing
Keesokan harinya pada tanggal 15 Agustus 1945 para pemuda mendatangi rumah soekarno dengan maksud memberitahukan Soekarno tentang keinginan para pemuda itu.

Sutan Syahrir : tok-tok , asalamu’alaikum , ?
Fatmawati : fatmawati membukan pintu “ waalaikumSalam !
Sutan syahrir : maaf bu, apakah Bung karnonya ada , kami ingin bertemu dengannya
Fatmawati : yah kang mas ada didalam, memang ada apa yah mencari kang mas
Chairul Saleh : Begini Bu ada hal yang penting yang harus kami bicarakan dengan nya.
Fatmawati : “oh kalau begitu ya sudah ayo slahkan masuk, silahkan duduk
Chairul saleh : ‘terima kasih Bu !”
Fatmawati : Sama-sama (sambil tersenyum ) kalau begitu saya panggilkan dulu kangmas

(Fatmawati akhirnya memanggilkan Soekarno)

Soekarno : “Ada apa ya ?? kok kalian datang ke sini ?
Chairul saleh : “Kami ingin membicarakan tentang keinginan kami untuk secepatnya Indonesia memproklamsikan kemerdekaan
Soekarno : “Maksud kalian apa?
Chairul saleh : maksud kami adalah menginginkan agar secepatnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya
Soekarno : “Lalu kenapa kalian ingin memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya ?
Sutan sahrir : “Karena inilah kesempatan yang baik bagi kita semua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena Jepang sudah menyerah pada sekutu
Soekarno : “Apa kalian tidak memikirkan bahaya apa saja apabila bila kita tetap nekad memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Apa lagi kekuatan militer Jepang yang masih berada di Indonesia mampu menggagalkan rencana untuk memperoklamasikan Indonesia
Sutan sahrir : “Yang jelas kami menginginkan kemerdekaan Indonesia secepatnya!
Soekarno : “Apa ini tidak terlalu tergesa-gesa ! sedangkan kebenaran berita menyerahkan Jepang kepada sekutu masih di ragukan, lebih baik kita cek dahulu dari sumber yang resmi
Sutan sahrir : “Jadi usulan kami belum dapat di setujui tapi saya yakin berita tersebut benar adanya
Soekarno : “Nanti saja kita bicarakan lagi lebih lanjut dengan anggota PPKI lainnya karena saya sendiri tidak bisa mengambil keputusan sendiri
Sutan sahir : “Ya sudah kalau memang keputusan Bung Karno seperti itu apa boleh buat
Chairul saleh : “Ya sudah kami pulang dulu. Sebelumnya kami meminta maaf mungkin kedatangan kami menganggu waktu istirahat Bung
Soekarno : “Tidak apa-apa, silahkan!

(Merekapun berjabat tangan dan berpamitan pulang)

Pukul 24.00 menjelang tanggal 16 Agustus 1945 para pemuda mengadakan rapat di Cikini.

Chaerul Saleh : sekarang apa yang harus kita lakukan Soekarno dan Moh. Hatta tetap bersikeras tidak menyetujuinya usul kita apalagi mereka berdua tetap tidak percaya dengan berita itu.
Sutan syahrir :”Begini saja saya mengusulkan agar Bung Karno dan Moh. Hatta kita aasingkan saja keluar Jakarta untujk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang, apakalian setuju usul saya!

Sukarni, Yusup Kamto,: “ Setuju “

Sutan syahrir : “tapi yang saya bingungkan kita akan membawa kedua tokoh Nasionalis itu kemana ya!.
Sukarni : ‘Kemana yah ( sambil kebingungan )
Sutan Syahrir : “Kita serahkan saja tugas ini kepada Singgih dan latif Hendra ningrat karena mereka berdua adalah anggota peta”
Latif : baiklah akan saya pikirkan dahulu

(sekitar 15 menit mereka berpikir)
Latif : “Bagaimana kalau kita bawa mereka dua ke renggas dengklok dekat Karawang, karena disana dekat dengan tempat salah satu pemusatan tentara peta yang keamanannya terjamin
Singgih : “benar, apa kalian menyetujuinya?”
suhud :”Bagus, kami setuju dengan rencana tersebut

Latif hendra ningrat dan Singgihpun kemudian pergi ke rumah Soekarno, yang kebetulan Hatta juga ada di situ. Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Soekarno.

Singgih dan Latif : “ Asalamu’alaikum”
Soekarno : Waalaikum salam ayo silahkan masuk
Singgih : Terima kasih
Soekarno : “Apa ada yang mau kalian bicarakan dengan saya ?
Singgih : “Sebelumnya kami meminta maaf , lagi-lagi kami mengganggu waktu istirahat Bung,
Latif : “Begini Bung, kami sebenarnya di utus kemari karena mendapat tugas untuk membawa Bung Karno dan Bung Hatta keluar kota
Hatta : “Kemana ?”
Latif :”Kekarawang!”
Hatta : “Memang kenapa kami harus pergi keluar kota?”
latif : “Untuk menghindar dari pengaruh Jepang!
Hatta : “Tapi kalau kami tidak mau?”
Latif : “Sekarang tuan bukan waktunya untuk berdebat cepat ikut kami
Bung Karno : “Apakah ini semua penting?”
Latif : “Sangat penting!”
Bung Karno : “Baiklah kami akan ikut
Singgih : Maaf Bung,bagaimana kalau sekarang kita berangkat agar lebih cepat ?
Bung Karno : “Ya sudah ayo berangkat

Akhirnya mereka meninggalkan rumah Soekarno dan langsung menuju Renggas dengklok di Karawang disana para pemuda sudah berkumpul menunggu kedatangan Soekarno dan Moch Hatta. Setelah lama di perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah. Di sana Soekarno dan Moch. Hatta terus di desak oleh pemuda. Namun ternyata sungguh besar wibawa mereka berdua hingga para pemuda menjadi naik pitam.

Latif : Bung Karno, tunggu apa lagi waktu inilah yang tepat bagi kita semua memperoklamasikan kemerdekaan Indonesia
Singgih : Iya, sebaiknya Bung setuju usul kami ini Soekarno dan Muhammad Hatta Terdiam ketika para pemuda terus mendesak Soekarno dan Moh Hatta agar menyetujui keinginan para pemuda. Namun Soekarno tetap saja bersikeras dengan pendirinnya
Soekarno : Maaf tapi saya tidak bisa

Achmad Soebardjo yang mengetahui keberadaan Soekarno dan Fatmawati serta Muhamad Hatta berusaha meyakinkan para pemuda agar kedua tokoh nasional itu di bawa kembali ke Jakarta. Kemudian mereka berangkat ke Renggas dengklok tepatnya sampai di Renggas dengkok dan bertemu dengan Soekarno dan Moch Hatta.

Ahmad Soebarjo : “Sudahlah Chairul Soleh sebaliknya kalian jangan menahan Soekarno dan Moch Hatta
Chairul Saleh : “Memang kenapa,?”
Ahmad soebarjo : “Rasanya tidak arif apabila kita menahan kedua tokoh nasionalis itu
Chairul saleh : “Tidak arif bagaimana, kami sudah mencoba untuk meyakinkan mereka namun tetap saja mereka menolak
Ahmad soebarjo : “Saya yakin kalau kita bicara baik-baik pasti keinginan kalian akan di penuhi saya akan membantu kalian untuk meyakinkan Soekarno dan mhch Hatta
Yusuf Kamto : “Apakah yang Bung bicarakan ini dapat di pegang, yang kami inginkan adalah kemerdekaan Indonesia besok harus di laksanakan
Ahmad soebarjo : “Percayalah, saya akan meyakinkan tokoh nasionalis itu agar menyetujui usul kalian itu!
Latif : Ya sudah, bagaimana kalau kita pergi ke rumah Laksamana Maeda.
Singgih : Baiklah

Kemudian mereka berangkat ke rumah Laksamana maeda, tidak lama kemudian mereka sampai di rumah laksamana maeda

Soekarno : “Selamat malam tuan?”
laksamana maeda: (membalas sapaan dengan senyuman) ada apa, kenapa tuan-tuan ini mendatangi kediaman saya. Apakah ada masalah yang serius
Soekarno : Maaf mungkin kedatangan kami menganggu waktu istirahat tuan
Ahmad sobarjo : Kami bermaksud untu menanyakan apakah benar berita menyerahnya Jepang terhadap sekutu itu?
Laksamana maed: “Dari mana tuan mendengar berita tersebut
Soekarno : Kami mendengar berita tersebut dari salah satu pemuda. Katanya dia mendengar berita tersebut dari radio luar negeri
Laksamana maeda : Memang benar berita tersebut tapi kami masih merahasiahkannya agar tidak timbul kekacauan karena kami masih bertanggung jawab terhadap keamanan Indonesia
Moch Hatta : Sekarang tuan, yang kami bingungkan para pemuda terus mendesak agar memperoklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya
Laksamana maeda: “Wah itu merupakan gagasan yang bagus mengingat inilah waktu yang tepat untuk memperoklamasikan kemerdekaan Indonesia
Moch Hatta : “Berarti tuan menyetujuinya
Laksamanmaeda: Iya
Ahmad soebrjo : “Begini, kalau maeda mengiinkan kami boleh meminjam rumah anda
Laksamana maeda: “Boleh memang untuk apa?
Hatta : “Kami telah sepakat apabila berita itu kami akan secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia rencananya kami akan memperoklamasikan kemerdekaan Indonesia besok pagi, jadi apakah tuan keberatan ??
Laksamana maeda: “Tidak tidak sama sekali lalu persiapan apa yang akan kita siapkan!
Soekarno : rencananya kami akan membuat naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia
Laksamana maeda: ya sudah ayo sekarang
Soekarno : untuk pembukaan kata apa yang bagus ya ?”
Hatta : “Bagaimana untuk pembukaannya kata proklamasi sepertinya kata itu cocok untuk naskah ini
Soekarno :Yah bagus (Kemudian ia menulisnya dalam secarik kertas) lalu untuk isinya apa?
Ahmad subarjo : bagaimana kalau begini “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia
Soekarno : “Itukan bagian dari pembukaan sekarang isinya bagaimana?”
Hatta : “Saya sudah berpikir begini “Hal-hal yang mengenai pemindahan dan kekuasaan dll, di selenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
Soekarno : Yah bagus semua sudah selesai, jadinya seperti ini
Ahmad soebarjo: “Alhamdulillah akhirnya selesai juga

Sayuti melik pun mengetik naskah proklamasi

Akhirnya dini harinya tanggal 17 semua pulang ke rumah masing-masing.
Pagi harinya pemuda-pemuda dan penduduk sekitar berkumpul di Jakarta yaitu di rumah Ir. Soekarno.
Muwardi : “Bung karno para pemuda telah berkumpul mereka sudah tidak lagi untuk m,endengarkan anda membacakan naskah proklamasi
Soekarno : “Tunggulah sebentar Bung Hatta belum datang saya akan menunggu Bung Hatta dulu
Muwardi : “Ya sudah silahkan, tapi jangan terlalu lama. Kami sudah tidak sabar untuk menunggu senebtar lagi kan sudah pukul 10.00
Hatta : Assalamu’alaikum, maaf Bung saya datang telat.
Soekarno : Waalaikum Salam,iya Bung tidak apa-apa
Latif : Maaf Bung bisakah proklamasi ini segera di mulai
Soekarno : “Bisa, ayo silahkan kita menuju halaman depan

tak lama kemudain Soekarno membacakan pidatonya

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Pada kesempatan pagi ini kita berkumpul untuk menjadi saksi dari peristiwa penting yang selama ini kita tunggu, yaitu peristiwa yang selalu menjadi impian dan harapan sebagai bangsa yang terjajah. Dari bertahun-tahun yang lalu sampai beratus-ratus tahun yang lalu kita memperjuangkan kemerdekaan kita agar bebas dari penjajahan.
Hari ini kita mengibarkan kemerdekaan kita dengan harapan dapat menjadi tombak agar kehidupan kitaa bisa berubah menjadi lebih baik labih layak dari sebelumnya.
Terima kasih kepada para pejuang yang kokoh dan teguh memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita dengan segenap jiwa dan raganya dari mulai penjajahan Bangsa Portugis, Inggris, Jepang dan Belanda. Kita selama ini seolah seperti orang yang selalu tunduk di hadapan penjajah. Kita seolah mengabdi kepada mereka. Namun di dalam hati kita, kita tetap menjungjung tinggi keinginan dan impian kita untuk kemerdekaan bangsa kita.
Kini semua harapan kita itu bukanlah sebuah angan-angan belaka, melainkan sebuah perjuangan yang hasilnya dapat kita saksikan saat ini, prolkamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia, dengan di tandai pembacaan Naskah proklamasi.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan dan kekuasaan dll.
Di laksanakan dengan djara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.



Djakarta,hari, 17 Boelan 8 tahoen 1945
Atas nama bangsa Indonesia


(Latif dan Suhud maju kedepan)
Latif : Siap Grak, jalan ditempat grak, maju jalan
Setelah itu ia mengibarkan bendera merah putih
Latif : Hormat Grak (seluruh yang hadir disana memberi hormat kepada sang saka merah putih
Latif : Tegak grak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar