Gulma atau sering juga disebut ‘tumbuhan pengganggu’ selalu dikendalikan oleh petani atau pekebun karena mengganggu kepentingan petani/pekebun tersebut. Gulma mengganggu karena bersaing dengan tanaman utama terhadap kebutuhan sumberdaya yang sama. Sebagai akibat dari persaingan tersebut, produksi tanaman menjadi tidak optimal atau dengan kata lain ada kehilangan hasil dari potensi hasil yang dimiliki tanaman.
Beberapa jenis gulma antara lain:
a. Agerathum conyzoides
b. Eleusine indica L
c. Commelina difusa L
d. Erechtites valeriafolia L
e. Plantago mayor L
g. Digitaria sanguinalis
h. Lantana camara
Dan terlihat pula bagaimana pengendaliannya, dari paraktek lapang terlihat bentuk pengendalian seperti:
a. Pengendalian mekanis, dengan jalan mencabut langsung gulma disekitar pertanaman.
b. Pengendalian kimiawi, dengan menggunakan aplikasi herbisida, yakni gramaxone
Setiap tumbuhan berkecenderungaan untuk memperluas daerah distribusinya melalui pemencaran alat perkembangbiakannya masing-masing. Bentuk pemencaran pada gulma Cyperus iria L., Eleusine indica L., Agerathum conyzoides L., dan gulma Erechtites valeriafolia L. pada umumnya disebabkan oleh angin. Bentuk penyebaran alat perkembangbiakan dengan perantaraan angin disebut anemokori.
Ciri-ciri tumbuhan yang memencarkan alat perkembangbiakannya secara anemokori antara lain:
• Bijinya kecil dan ringan
• Bijinya mempunyai bulu-bulu atau rambut-rambut
• Bijinya mempunyai sayap dan
• Buahnya bersayap.
Namun, secara tidak langsung dispersal gulma-gulma tersebut dapat pula terjadi melalui perantara manusia atau antropokori yang terjadi secara tidak disengaja maupun disengaja. Karena mempunyai biji pulutan dan dapat menempel pada pakaian, ataupun saat tertiup oleh angin tanpa sengaja masuk ke dalam saku dan beberapa tindakan tanpaa sadar lainnya.
Selain itu, gulma-gulma yang teridentifikasi tersebut memiliki peluang untuk menyebar secara Hidrokori yakni penyebaran yang disebabkan oleh perantara air. Misalkan pada gulma Plantago mayor L. Yang mempunyai biji yang bulat dan agak ringan sehingga kemampuan untuk terbawa oleh air dari suatu tempat ke tempat lainnya besar.
Secara zookori pun gulma tersebut dapat terdispersal. Sebagai contoh pada gulma Eleusine indica L. yang digunakan sebagai sarang burung adalah pada malai bijinya (ornitokori). Dan dapat juga menempel pada hewan-hewan herbivora seperti sapi, kerbau dan lainnya (mamokori) yang menyebabkan gulma tersebut terdispersal ke tempat lain
Pada gulma Commelina difusa L. yang umumnya melakukan reproduksi secara vegetatif. Yakni reproduksi vegetatif dengan sistem fragmentasi yaitu membela bagian batangnya hingga terbentuk klon-klon baru yang nantinya akan membentuk tanaman baru.
Beberapa jenis gulma antara lain:
a. Agerathum conyzoides
b. Eleusine indica L
c. Commelina difusa L
d. Erechtites valeriafolia L
e. Plantago mayor L
f. Cyperus iria L
g. Digitaria sanguinalis
h. Lantana camara
Dan terlihat pula bagaimana pengendaliannya, dari paraktek lapang terlihat bentuk pengendalian seperti:
a. Pengendalian mekanis, dengan jalan mencabut langsung gulma disekitar pertanaman.
b. Pengendalian kimiawi, dengan menggunakan aplikasi herbisida, yakni gramaxone
Setiap tumbuhan berkecenderungaan untuk memperluas daerah distribusinya melalui pemencaran alat perkembangbiakannya masing-masing. Bentuk pemencaran pada gulma Cyperus iria L., Eleusine indica L., Agerathum conyzoides L., dan gulma Erechtites valeriafolia L. pada umumnya disebabkan oleh angin. Bentuk penyebaran alat perkembangbiakan dengan perantaraan angin disebut anemokori.
Ciri-ciri tumbuhan yang memencarkan alat perkembangbiakannya secara anemokori antara lain:
• Bijinya kecil dan ringan
• Bijinya mempunyai bulu-bulu atau rambut-rambut
• Bijinya mempunyai sayap dan
• Buahnya bersayap.
Namun, secara tidak langsung dispersal gulma-gulma tersebut dapat pula terjadi melalui perantara manusia atau antropokori yang terjadi secara tidak disengaja maupun disengaja. Karena mempunyai biji pulutan dan dapat menempel pada pakaian, ataupun saat tertiup oleh angin tanpa sengaja masuk ke dalam saku dan beberapa tindakan tanpaa sadar lainnya.
Selain itu, gulma-gulma yang teridentifikasi tersebut memiliki peluang untuk menyebar secara Hidrokori yakni penyebaran yang disebabkan oleh perantara air. Misalkan pada gulma Plantago mayor L. Yang mempunyai biji yang bulat dan agak ringan sehingga kemampuan untuk terbawa oleh air dari suatu tempat ke tempat lainnya besar.
Secara zookori pun gulma tersebut dapat terdispersal. Sebagai contoh pada gulma Eleusine indica L. yang digunakan sebagai sarang burung adalah pada malai bijinya (ornitokori). Dan dapat juga menempel pada hewan-hewan herbivora seperti sapi, kerbau dan lainnya (mamokori) yang menyebabkan gulma tersebut terdispersal ke tempat lain
Pada gulma Commelina difusa L. yang umumnya melakukan reproduksi secara vegetatif. Yakni reproduksi vegetatif dengan sistem fragmentasi yaitu membela bagian batangnya hingga terbentuk klon-klon baru yang nantinya akan membentuk tanaman baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar